BERJUANG MELALUI TULISAN

Posted in Senin, 29 Maret 2010
by KAWAN WIDYATAMA


“A drop of ink can move a million people to think“, ujar petuah bijak. Mungkin ini yang ada di benak Asep Munazat Zatnika. Pria kelahiran Garut, 25 Juni 1985 ini, adalah sosok mahasiswa yang gemar menulis.

Awal berkecimpungnya dalam dunia tulis-menulis ialah saat menjadi wartawan di harian Pelita Indonesia. Terus bergulat dengan dunia tulisan membuatnya tertantang, lalu mendaftar dan masuk menjadi anggota pers kampus mahasiswa bernama sEntra. Kariernya terus naik sehingga menjadi pemimpin umum di pers kampus tersebut.

Tidak saja di sEntra, bersama teman-temannya sesama aktivis pers kampus di Bandung, Asep menginisiasi Jaringan Pers Mahasiswa Independen (JAPMI), sebuah wadah bagi pers beberapa kampus, sebagai bentuk respons kekosongan komunikasi. Kini, Asep didaulat menjadi koordinator badan pemeriksa keuangan JAPMI. Bahkan, ia digadang-gadang akan meneruskan suksesi kepemimpinan menjadi koordinator umum.

Ketika ditanya soal aktivisme mahasiswa sekarang, Asep berujar, “Introspeksi merupakan satu hal yang harus disadari oleh para mahasiswa, karena introspeksi diri sendiri terlebih dahulu untuk mencapai mahasiswa yang ideal.“

Seruan moral seperti berdemo, dipesankan Asep, jangan sampai melanggar hal-hal normatif, seperti membuat kemacetan dan mengotori jalanan. Perjuangan lewat tulisan dapat menjadi alternatif gerakan. Di tengah maraknya gerakan man on the street, gerakan man in the class merupakan solusi mujarab menjawab tantangan zaman. Salah satunya dengan menulis.

Soal prestasi personal, baru-baru ini Asep mendapat juara II dalam sayembara menulis Yayasan Widyatama. Ia juga kerap menjadi moderator dalam forum-forum diskusi. Ketika menjabat pemimpin umum pers kampus mahasiswa sEntra, Asep membuat terobosan dengan mengelaborasi film dan diskusi, hingga muncul kegiatan movie and discussion. Sekarang, Asep tengah menyelesaikan studinya. Baginya, menulis bisa membakar dunia, sekaligus menyejukkan dunia. (Shantyo Raharjo/M-4) Redaksi Divisi Agitasi dan Propaganda Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Widyatama (Kawan Widyatama)

Read more

MENGUJI KEBERANIAN MAHASISWA BARU

Posted in Kamis, 08 Oktober 2009
by KAWAN WIDYATAMA




Oleh Dhiora Bintang


"Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati”
Pramoedya Ananta Toer

Pentas ospek akan dimulai. Pertunjukan superioritas sang senior kepada yunior akan segera tampil. Ini tentang ritual pengenalan kampus yang sarat dengan pelecehan nilai kemanusiaan. Pengkhianatan terhadap penderitaan masyarakat yang mengalami kemiskinan akut. Intelektual abal-abal kini beralih profesi menjadi pelacur intelektual. Menjual sisa-sisa idealisme yang masih ada, dan menggadaikannya dengan kepentingan. Praktek pembiaran kekerasan fisik dan verbal dalam ospek adalah wujud dari keengganan intelektual untuk bertindak juga berpihak kepada kebenaran.

Monopoli Kebenaran
Kebenaran bukan monopoli kekuasaan, juga kebohongan bukan kuasa kaum pinggiran. Bila selama ini mahasiswa baru dicekoki pernyataan-pernyataan yang kadang tidak sesuai kenyataan, kini kawan-kawan harus mencari fakta akurat. Misalnya mitos mengenai kesaktian sertifikat ospek: dipakai sidang kelulusan, syarat UKM, dst. Rektor menegaskan tidak ada kisah sidang kelulusan dengan sertifikat ospek. Juga tidak semua UKM meminta sertifikat ospek sebagai syarat, bahkan di senat-senat tertentu anggotanya tidak memiliki sertifikat.

Proses pengenalan kampus pada tanggal 9-10 patut dicurigai. Kenapa tidak sekaligus dengan proses pengenalan akademik? Bukankah kawan-kawan sudah mulai mengenal ruang-ruang kelas atau fasilitas kampus lainnya? Pamflet bernada ‘ambil postifnya, jangan cuma negatifnya’, membenarkan bahwa ospek memiliki aspek negatif. Lantas, kenapa tidak dihilangkan? tinggal pilihan kawan-kawan yang menentukan, akankah menjalani kegiatan yang diakui secara tidak langsung negatif.

SK Dikti No 38/Dikti/2000 menegaskan kegiatan ospek lebih ditekankan kepada kegiatan akademis. Bandingkan dengan sekarang, berapa banyak proses pengenalan akademik dibandingkan proses pengenalan kampus? Ditambah SE Dikti No 5/1995 yang menyatakan gamblang melarang praktik perpeloncoan. Lengkap sudah alasan kita untuk melawan praktek pembodohan.

Melawan Ketakutan
Keberanian adalah serigala dan pengecut adalah mangsa. Jangan biarkan rasa takut membuat kawan-kawan menjadi seorang pengecut. Munir berujar, “ketakutan seringkali mengalahkan rasionalitas”. Rasionalitas kita sebagai mahasiswa dipertaruhkan ketika melihat praktek pembodohan. Kita harus melawan tindakan penyesatan informasi yang terjadi. Tunjukkan bahwa mahasiswa masih mempunyai sikap sebagai seorang intelektual yang bertindak berlandaskan nilai kemanusiaan.

Mahasiswa tidak pantas melucuti label kaum intelektual yang disandangnya. Berpura-pura gagu dan tuli akan keadaan sekitar. Menjadi generasi pembebek yang selalu berkata “yes man!”. Menjadi intelektual yang menghamba kekuasaan dan dikuasai ketakutan. Sehingga membenarkan kenyataan, bukan menyatakan kebenaran. Tabik!

Read more

PERNYATAAN CINTA UNTUK CINTA

Posted in
by KAWAN WIDYATAMA

















(pernyataan cinta seorang mahasiswa demonstan pada 1998)

Berujarlah cinta !
Waktu jalanan terbakar dan orang orang
meradang ke cakrawala sambil berteriak,
“dunia memang sudah gila”

Jangan diam saja cinta !
Sementara rombongan mahasiswa
Kalangkabutan dilindas
kendaraan lapis baja

Cepat jawab cinta !
Lantaran seribu gedung telah ambruk
Menimpa gadis gadis Cina
Yang terkapar diperkosa

Demi tuhan apa mau mu cinta ?
telah kupertaruhkan segalanya untukmu
juga untuk setan tua itu
agar ia lekas menyingkir dari singgasananya

Cepat katakan saja cinta
peluru telah menghujam perutku
hingga libung aku waktu merangkai untukmu
suatu pernyataan cinta


Read more

Download

Posted in Sabtu, 12 September 2009
by KAWAN WIDYATAMA

Read more

Profil

Posted in Kamis, 10 September 2009
by KAWAN WIDYATAMA


Mohon Maaf, untuk sementara halaman ini masih dalam konstruksi.
(redaksi)

Read more

OPINI

Posted in Rabu, 09 September 2009
by KAWAN WIDYATAMA


anda dapat mengirim tulisan baik barupa artikel, opini, cerpen, puisi dan lain lain pada redaksi kawan widyatama. tulisan tulisan yang anda kirim, apabila memenuhi syarat akan kami seleksi dan diterbitkan pada blog ini. sumbangan tulisan anda semua sangat berarti bagi kami. cara pengiriman tulisan akan diberitahukan lebih lanjut. (redaksi)

Read more

Monolog Batu

Posted in
by KAWAN WIDYATAMA


Masihkan batu melayang ini hari ?
kangkangi atap rumah kita
membawa kabar kalau langit makin merah
berdarah tiap tepi lazuardi

Masihkan batu melayang ini hari ?
Bergegasan lampaui balkon kamar kita
Memburu ngilu luka luka
Kecamuk dera medan laga

Masihkah batu melayang ini hari ?
Memanasi tungku perapian kita
hadang nyalak serigala
tingkah Pongah penyamun durjana

Masihkan batu melayang ini hari
menderasi muka pekarangan kita
antar kekasih berpulang
rebah te’lentang ditaman bunga

sanur sukur

Read more
Copyright 2010 @ KAWAN WIDYATAMA